Wakajati Sulsel Dampingi Mentan RI di Ramadhan Leadership Camp Apresiasi Peran Kejaksaan Wujudkan Swasembada Pangan
KEJATI SULSEL, Makassar— Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Selatan, Prihatin, hadir mendampingi serta mengikuti rangkaian kegiatan Ramadhan Leadership Camp yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Kamis (26/2/2026). Kehadiran jajaran pimpinan Kejati Sulsel ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sinergitas antarlembaga di daerah.
Kegiatan yang mengusung tema “Profesional dalam Berkinerja, Berkarakter dan Amanah dalam Kepemimpinan” ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan hampir 1.000 peserta. Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, yang juga tengah "pulang kampung", didapuk sebagai narasumber utama.
Dalam momen reflektif tersebut, Mentan Amran Sulaiman secara khusus menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada institusi penegak hukum, termasuk Kejaksaan, atas keberhasilan Indonesia mempercepat target swasembada pangan dari empat tahun menjadi hanya satu tahun.
“Akhirnya kami kerja keras dengan TNI-Polri dan Kejaksaan. Terima kasih, ini tidak akan mungkin jadi kalau sendirian. Ini sukses tercapai karena kolaborasi,” tegas Amran di hadapan Wakajati Sulsel dan jajaran Forkopimda yang hadir.
Berkat kolaborasi lintas sektor tersebut, target swasembada berhasil dicapai pada 31 Desember 2025. Data per 25 Februari 2026 mencatat stok beras berada di angka aman yakni 3,58 juta ton, sebuah pencapaian yang disebut Mentan sebagai yang tertinggi di bulan Januari-Februari sepanjang sejarah kemerdekaan.
Selain berbicara tentang capaian pangan, Mentan juga membagikan kisah inspiratif perjalanannya dari seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bergaji Rp125 ribu hingga dipercaya memimpin kementerian. Pesan-pesan ini sejalan dengan nilai-nilai integritas yang terus dijunjung tinggi di lingkungan Kejaksaan.
“Pemimpin itu indah dalam mimpi tetapi tidak indah dalam kenyataan. Namun, kalau menjadi pemimpin yang baik, adil, dan jujur, insya Allah surga akan menunggu. Jika tidak adil, ia akan kehilangan kehormatan,” pesan Amran. Ia juga mengingatkan pentingnya memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain, serta berani mengambil tekanan layaknya proses terbentuknya sebuah berlian.
Mentan turut mengutip QS. Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan pentingnya mengubah pola pikir (mindset) untuk mengubah nasib. Hal ini menjadi pesan kuat bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk insan Adhyaksa, untuk terus menjadi teladan yang baik, bekerja dengan kalbu, dan menjaga integritas dalam melayani masyarakat.
Kehadiran Wakajati Sulsel, Prihatin, dalam forum ini menegaskan komitmen Kejati Sulsel untuk terus bersinergi, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung program strategis nasional demi kedaulatan dan martabat bangsa. (*)