PUNCAK AGENDA KUNJUNGAN KERJAKAJATI SULTENG NUZUL RAHMAT TUTUP RANGKAIAN DI TOLI-TOLI DENGAN RESMIKAN MESS DAN TEGASKAN PERKUAT INTEGRITAS
Hari ketiga kunjungan kerjanya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat R, S.H., M.H beserta rombongan mengakhiri rangkaian agendanya dengan berkunjung ke Kejaksaan Negeri Toli-Toli. Kehadiran rombongan Kajati Sulteng disambut dengan hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Toli-Toli dan jajarannya, serta Bupati Toli-Toli, yang turut hadir dalam acara penyambutan tersebut.
Setelah prosesi penyambutan, Kajati Sulteng melanjutkan kegiatannya dengan memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Toli-Toli. Pengarahan ini dimulai dengan laporan capaian kinerja yang disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Toli-Toli. Laporan tersebut mencakup berbagai prestasi, presentasi dan tantangan yang dihadapi oleh Kejaksaan Negeri Toli-Toli dalam pelaksanaan tugas.
Dalam kesempatan tersebut, Kajati Sulteng menyampaikan pesan penting kepada seluruh pegawai yang hadir. “Niat baik dan pelaksanaan yang baik akan membawa hasil yang baik, meskipun tidak instan,” tegas Kajati. Ia menekankan bahwa kunjungan kerja ini juga bertujuan sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi antara pejabat wilayah dan jajarannya di daerah.
Kajati menambahkan bahwa dalam menjalankan tugas, selain kecerdasan, integritas menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, setiap pegawai Kejaksaan Negeri Toli-Toli diharapkan selalu menjaga kualitas kinerja dan integritas dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Terkait bidang pembinaan, Kajati Sulteng mengingatkan pentingnya optimalisasi penyerapan anggaran yang berbasis kinerja. Ia menekankan peran Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubbagbin) untuk mendukung seluruh bidang dalam merealisasikan anggaran dengan sebaik-baiknya. “Penyerapan anggaran harus berjalan sesuai dengan target dan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Kajati Sulteng juga menyampaikan pentingnya memperluas jangkauan dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dengan membangun jaringan yang lebih luas. Penilaian wilayah, menurut Kajati, sangat bergantung pada kinerja seluruh satuan kerja di daerah. Semakin baik kinerja mereka, semakin baik pula penilaian yang diberikan.